Khawatir dengan Diabetes? Alternatif Ini Dapat Membantu Memuaskan Keinginan Anda akan Makanan Manis

Sebagian besar penderita diabetes tidak dapat mengonsumsi makanan manis dan membutuhkan berbagai perubahan gaya hidup untuk menjaga kadar gula darah tetap sehat.
Meskipun banyak penderita diabetes perlu memperhatikan asupan gula mereka, berikut adalah daftar pengganti yang dapat membantu mereka memilih pilihan diet yang lebih sehat.
SteviaStevia adalah tanaman alami dan sepenuhnya aman karena tidak mengandung karbohidrat, kalori, atau bahan buatan. Namun, rasanya jauh lebih manis daripada gula dan memiliki rasa pahit setelahnya, sehingga tidak semua orang menyukainya. Ini adalah pengganti gula terbaik untuk penderita diabetes.
Eritritol: Ini adalah alkohol gula yang mengandung 6% kalori dan karbohidrat dibandingkan dengan gula. Eritritol sekitar 70% lebih manis daripada gula. Eritritol melewati sistem tubuh Anda tanpa dicerna. Sebagian besar eritritol yang Anda konsumsi diserap ke dalam aliran darah dan dikeluarkan melalui urin. Eritritol tampaknya memiliki keamanan yang sangat baik. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, eritritol dapat menyebabkan masalah pencernaan, sehingga disarankan untuk tidak melebihi 0,5 g per berat badan per hari.
Pemanis Luo Han Guo: Luo Han Guo adalah melon hijau kecil yang berasal dari Tiongkok selatan. Pemanis Luo Han Guo diekstrak dari Luo Han Guo kering. Pemanis ini 150-250 kali lebih manis daripada makanan di meja makan, tidak mengandung kalori atau karbohidrat, dan tidak meningkatkan kadar gula darah. Ini menjadikannya pilihan alami yang bagus untuk penderita diabetes. Sebagai bonus tambahan, ia juga memiliki sifat anti-inflamasi yang sangat baik.
BerberinBerberis digunakan untuk mengobati peradangan, penyakit menular, diabetes, sembelit, dan kondisi lainnya. Konsumsi berberin secara teratur dapat menurunkan kadar gula darah dan membantu menjaganya tetap optimal. Beberapa sumber berberin yang baik meliputi barberry, gold seal, gold thread, anggur Oregon, gabus, dan kunyit. Pada tanaman-tanaman ini, alkaloid berberin ditemukan di batang, kulit kayu, akar, dan rimpang tanaman. Berberin memiliki warna kuning tua – bahkan sampai digunakan sebagai pewarna alami.
ResveratrolDitemukan di kulit anggur dan buah beri lainnya, resveratrol diyakini dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Sumber utama resveratrol adalah anggur merah, kacang tanah, kakao, dan lingonberry, termasuk blueberry, lingonberry, dan cranberry. Pada anggur, resveratrol hanya terdapat di kulit anggur.
Namun, kacang-kacangan juga dapat dimasukkan ke dalam makanan melalui teh banyan, yang telah lama digunakan sebagai obat herbal tradisional di Jepang dan Cina.
Kromium: Konsumsi kromium secara teratur meningkatkan kemampuan reseptor insulin untuk menurunkan kadar gula darah. Sumber kromium dari tumbuhan meliputi ubi liar, jelatang, catnip, jerami gandum, akar manis, ekor kuda, yarrow, semanggi merah, dan sarsaparilla.
Magnesium: Mineral ini bekerja sama dengan reseptor insulin untuk menjaga kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin. Rempah-rempah yang kaya magnesium antara lain basil, ketumbar, mint, dill, thyme, savory, sage, marjoram, tarragon, dan peterseli. Rempah-rempah ini mengandung ratusan miligram magnesium per sajian, yang meningkatkan pasokan mineral penting ini dalam tubuh kita.
Banyak rempah dan bumbu lain yang membantu mengatasi resistensi insulin baik secara langsung maupun tidak langsung. Beberapa bahan utama meliputi biji fenugreek, kunyit, jahe, bawang putih, kayu manis, dan teh hijau.
Kami adalah pihak yang berpengaruhKami adalah perusahaan ekstrak tumbuhan, dan kami percaya bahwa kami dapat mencapai keuntungan bersama dalam bisnis ini. Kami menyambut baik para grosir atau mitra mana pun untuk bekerja sama dengan kami. Kami selalu menunggu Anda di sini. Silakan hubungi kami!


Waktu posting: 30 November 2022